Preloader Close
Seemless Mobility

PERESMIAN KANTOR PT MITJ

Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo bersama Direktur Utama PT MITJ Tuhiyat Direktur Utama PT MITJ Tuhiyat bersama Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo Direktur Utama PT MITJ  Tuhiyat bersama Direktur PT MITJ Oktavianus Berdikarianto Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar bersama Direktur PT MITJ Oktavianus Berdikarianto Dewan Komisaris bersama Direksi PT MITJ dan Shareholders

Integrasi

  • Integrasi Fisik

    1. Menetapkan dan mengimplementasikan proyek stasiun antarmoda utama/prioritas di Jabodetabek dan roadmap pembangunan
    2. Menentukan stasiun-stasiun utama/prioritas di Jabodetabek untuk mengimplementasi TOD dan peluang komersilisasi lainnya (harus diintegrasikan dengan perencanaan tata ruang)
    3. Menetapkan dan mengimplementasikan prinsip-prinsip desain interchange yang selaras dengan praktik terbaik
    4. Meningkatkan kemudahan transfer dengan mengembangkan papan tanda (signage) dan papan tampilan (display) yang jelas serta fasilitas penumpang lainnya, misalnya jalur pejalan kaki (walkway)
    5. Mempersiapkan dan mengimplementasikan langkah-langkah aksesibilitas, akses/interchange yang bebas melangkah (step free)
    6. Menjalankan rencana manajemen keramaian di stasiun terutama di stasiun hub/antarmoda
  • Integrasi Layanan

    1. Mempersiapkan dan menetapkan strategi integrasi untuk menyesuaikan layanan dengan situasi pandemic COVID-19
    2. Menetapkan dan mengimplementasikan prinsip panduan dan mengimplementasikan jadwal layanan terpadu
    3. Membentuk tim customer experience yang terpusat, yang bertanggung jawab untuk mengembangkan strategi layanan yang berpusat pada pelanggan
    4. Mempersiapkan dan mengimplementasikan perencanaan strategi perjalanan pelanggan yang tersegmentasi, termasuk strategi perjalanan multimoda yang menyeluruh untuk penumpang KA Bandara
    5. Mengembangkan aplikasi web/seluler terintegrasi yang dapat digunakan antarmoda, termasuk untuk perencanaan perjalanan multimoda yang menyeluruh (end-to-end)
  • Integrasi Tiket

    1. Memperbaiki skema PSO, seperti studi kelayakan yang terperinci untuk mengusukan struktur baru PSO, termasuk sumber pendanaan dan struktur pencairan yang diusulkan
    2. Mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan/strategi penetapan harga yang optimal untuk layanan tiket lintas moda
    3. Menjalin kemitraan yang koheren untuk mengembangkan platform pembayaran dan oertiketan yang terintegraso lintas moda (infrastruktur, sistem)
  • Integrasi Manajemen

    1. Menyusun Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) sebagai guidance
    2. Menetapkan peran dan tanggung jawab entitas pembuat kebijakan tunggal, selaras dengan dokumen strategi
    3. Membentuk mekanisme tersentralisasi dengan badan/instansi pemerintah terkait untuk koordinasi kebijakan yang terpusat (bukan hanya trasnportasi)
    4. Mengembangkan sumber daya dan kapabilitas manajemen risiko dan insiden yang terintegrasi
    5. Mempersiapkan dan mengimplementasikan skema TOD (MRTJ dan KCI perlu dipertimbangkan)
    6. Membentuk otoritas transportasi tunggal dan komite penasihat transportasi regional untuk menangani setiap badan pemerintah daerah
    7. Mengimplementasikan ntata pengaturan yang telah ditingkatkan untuk TOD (MRTJ dan KCI perlu dipertimbangkan)
    8. Menetapkan struktur organisasi fungsional MITJ di jangka pendek dan menengah dengan menyesuaikan kebutuhan
    9. Kolaborasi dengan KAI dalam mengelola stasiun KCI dan BST untuk memaksimalkan nilai tambah
  • Integrasi Informasi

    1. Membangun dan menjalankan Pusat Analisis Data Unggulan (Data Analytics Centre of Excellence)
  • Integrasi Brand

    1. Merancang dan menetapkan strategi branding yang terstandardisasi untuk otoritas dan operator
    2. Terlibat dalam kampanye pemasaran bersama dengan operator transportasi
    3. Membentuk forum konsultasi untuk transportasi yang dapat diakses sebagai forum komunikasi untuk menerima masukan dan saran, khususnya terkait dengan inklusi mobilitas dan aksesibilitas angkutan umum.

PENGEMBANGAN KAWASAN BERORIENTASI TRANSIT (KBT)

Transit Oriented Development (TOD)

Pencapaian Perseroan

    2019
  • 8 Januari 2019:

    Arahan Presiden pada Rapat Terbatas (Ratas) tentang Pengelolaan moda Transportasi di Jabodetabek.

  • 9 Desember 2019:

    • Tindak Lanjut dari Pemprov. DKI dan Kementerian BUMN dengan menugaskan PT MRTJ dan PT KAI.
    • Dilakukannya Penandatanganan Perjanjian Pokok (HoA) No.KL.705/XII/1/KA-2019 dan CON/012/MRT/XI/2019
    2020
  • 10 Januari 2020:

    • Dilakukannya Perjanjian Pemegang Saham (SHA) Antara PT MRTJ dengan PT KAI No.KL.705/I/3/KA-2020 dan CON/001/MRT/I/2020.
    • Perjanjian tersebut sebagai dasar pendirian PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (”MITJ”).
  • 11-12 Februari:

    • Akta Notaris Pendirian PT MITJ oleh Ir. Nannete Cahyandari Adi Warsito No. 11 tgl 11 Feb 2020
    • Pengesahan Kemenkumham No. AHU0008856.AH.01.01.Tahun 2020 yang mengesahkan Pendirian PT MITJ.
  • 5 Maret 2020:

    RUPS Pertama PT MITJ, dengan agenda: 

    1. Penerimaan hasil Pengadaan Konsultan MITJ-01 & MITJ-02.
    2. Persetujuan RKAP tahun 2020.
    3. Persetujuan Remunerasi Pengurus Perseroan.


    9 Maret:

    Kick Off Meeting

    • Konsultan MITJ-01 (PWC & Jacobs Indonesia)
    • Konsultan MITJ-02 (KSO JLL, PDW & PWC)
  • 1, 2, 7 April dan 22 Mei:

    • Visioning Workshop MITJ01, dengan stakeholder terkait.
    • Interview Visioning dengan Gubernur Provinsi DKI Jakarta
    • Interview Visioning dengan Menteri dan Wamen BUMN
    • Interview Visioning dengan Dirjen KA Kemenhub
  • 5 Juni 2020:

    Pertemuan dengan Wakil Menteri BUMN yang dihadiri oleh:

    1. Direktur Utama PT KAI
    2. Direktur Utama PT MRTJ
    3. Direksi PT MITJ
    4. TGUPP
    5. Konsultan MITJ-01

    Perihal kesepakatan atas konsep integrasi transportasi.


    30 Juni dan 15 Juli:

    • Penandatanganan Head of Agreement (HoA)
    • Penandatangan Shareholder Agreement (SHA) Pendirian Perusahaan Patungan yang bergerak dibidang EFC antara PT MITJ, PT MRTJ, PT TJ dan PT Jakpro.

    Sebagai inisiatif awal implementasi 6 dimensi integrasi transportasi.

  • 12 Agustus:

    • Peresmian smart & digital office MITJ.




    • Progress Pekerjaan Konsultan MITJ-01 sudah memasuki minggu ke-28 dari total 30 minggu (7 bulan) jadwal pekerjaan.
    • Progress Pekerjaan Konsultan MITJ-02 sudah memasuki minggu ke-28 dari total 42 minggu (9,5 bulan) jadwal pekerjaan.


    Pemaparan Hasil Kajian MITJ-01 kepada Shareholders:

    • 16 September 2020 : Pemaparan kepada Direksi PT KAI 
    • 22 September 2020 : Pemaparan kepada Direksi PT MRTJ 
    • 25 September 2020 : Pemaparan kepada Dirjen KA Kemenhub
  • 14 Oktober: 

    Pemaparan Hasil Kajian MITJ-01 kepada Wamen BUMN 2.




  • 23 November:

    Pemaparan Hasil Kajian MITJ-01 kepada Menteri Perhubungan dan jajaran.

  • 1 & 15 Desember:

    Pemaparan Kajian MITJ-01 (Valuasi Transaksi) kepada Direksi PT MRTJ dan PT KAI.


    22 Desember:

    Pemaparan TOD Showcase Tanah Abang kepada Wamen BUMN 2.

    2021
    • 25 Januari: 

    Pemaparan Kajian Integrasi Transportasi Jabodetabek kepada: Menteri BUMN, Menteri Perhubungan dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta.


    • 26 Januari: 

    Tindaklanjut pertemuan Menteri BUMN, Menteri Perhubungan, dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, dengan memaparkan hasil kajian MITJ-01 Kepada Kepala BPTJ.

    • 26 Februari:

    Kick off Konsultan Kajian Perubahan Regulasi terkait Kelembagaan dan PSO/Subsidi.


    • Konsultan MITJ-01 sudah memasuki minggu ke-51 dari total 55 minggu (12,5 bulan) jadwal pekerjaan (add ke-3).


    • Progress Pekerjaan Konsultan MITJ-02 sudah menyelesaikan Kajian sesuai jadwal pekerjaan.

Visi

Menjadi solusi transportasi terintegrasi di Jabodetabek

Misi

  • Menjamin tersedianya layanan perkeretaapian terintegrasi yang mudah diakses, aman, andal, efisien dan berkelanjutan, untuk meningkatkan kualitas hidup
  • Berkolaborasi dengan ekosistem transportasi menuju terwujudnya integrasi antarmoda yang holistik
  • Beroperasi secara komersil dan memaksimalkan value for money dan penghasilan di luar pendapatan tiket
  • Mempercepat pembangunan sosial ekonomi yang inklusif di sekitar stasiun melalui pengembangan kawasan berorientasi transit

Direksi & Dewan Komisaris

Dewan Komisaris

  • Saat ini juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Didiek Hartantyo, merupakan Komisaris Utama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek. Pria kelahiran Surakarta, 6 September 1961 ini mengenyam pendidikan di Universitas Sebelas Maret dengan mengambil jurusan Management dan lulus pada tahun 1985. Pada tahun 1993, ia melanjutkan Pendidikan S2 di Daniels School of Bussiness, Universitas Denver, Amerika Serikat dan lulus pada tahun 1995. Perjalanan kariernya di KAI  dimulai sejak 25 Januari 2016 di mana saat itu beliau masih menjabat sebagai Direktur Keuangan pada PT KAI (Persero). Sebelum berkecimpung di dunia perkeretaapian, Didiek dikenal sebagai Bankir dan pernah menjabat sebagai Senior Vice President di Bank Mandiri, Group Head Financial Institution (2010-2011), dan kemudian menjadi Executive Vice President dan Group Head Corporate Banking II hingga 2016.

  • Saat ini juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo merupakan Komisaris PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek. Pria kelahiran Gorontalo, 26 Maret 1971 mendapat gelar Sarjana di Sekolah Tinggi Transportasi Darat Transportasi Darat tahun 1998, Pasca Sarjana (S2) Institut Sains dan Teknologi Nasional Teknik Industri Jakarta tahun 2003 dan Program Doktor (S3) Universitas Indonesia Ilmu Lingkungan Jakarta Tahun 2014. Sebelum menjabat Kadishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo merupakan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kementerian Perhubungan RI di Wilayah Provinsi Bali dan NTB.

Direksi

  • Direktur Utama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek, Tuhiyat, merupakan salah satu figur yang ikut berjuang membangun Moda Raya Terpadu (MRT) di Jakarta. Sebelum bergabung pada PT MRT Jakarta (Perseroda) sebagai  Direktur Keuangan & Administrasi, Tuhiyat berkiprah sebagai Senior Manager di PT Antam Tbk. Setelah berhasil mewujudkan mimpi transportasi modern dan canggih, kini pria kelahiran Serang, Banten 2 Februari 1966 ini kembali menggebrak publik dengan rencana integrasi dan penataan kawasan stasiun terpadu se-Jabodetabek. Tuhiyat merupakan lulusan Politeknik Keuangan Negara STAN 1991-1994.

  • Merupakan Direktur PT MITJ yang berasal dari unsur PT Kereta Api Indonesia. Awal bergabung di PT KAI pada tahun 1990 memulai karir sebagai Staf, Junior Auditor, Manager of Finance, Senior Manager of Finance, Vice President Budgeting dan Direktur Finance and HR di anak perusahaan (KCI) selama 4 tahun. Sebelum bergabung dengan PT MITJ , Berdikarianto menjabat sebagai Corporate Deputy Director of Finance Consolidation di PT KAI yg telah berhasil melakukan dua kali corporate action  yaitu penerbitan Obligasi Lokomotif 1 dan 2, dengan nilai masing-masing sebesar 2 Triliun rupiah. Sebagai sosok yang berkarir dari awal di PT KAI, tentunya sudah banyak prestasi dan penghargaan yg sudah diraih sebelum bergabung menjadi Direktur di MITJ.

Struktur Organisasi

  • Dewan Komisaris Board of Commissioners
      • Good Corporate Governance (GCG)
      • Stakeholder Management
      • Corporate Communication
      • Legal
      • Risk Management
      • Internal Audit
      • Accounting & Budgeting
      • Treasury & Tax
      • Corporate Financing
      • Strategy Development
      • Investor Relation
      • TOD Concept
      • Project Development & Management
      • Business Development
      • Station Project and Surveillance Management
      • People & Culture
      • Digital Technology Strategic & Operation
      • Supply Chain Management
      • General Affairs
      • Jak Lingko Indonesia

Anak Usaha

PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek, bersama-sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda), PT Transportasi Jakarta, dan PT Jakarta Propertindo (Perseroda), berupaya untuk mendukung salah satu program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan kerja sama dalam penyelenggaraan sistem integrasi pembayaran antar moda transportasi dengan mendirikan PT Jakarta Lingko Indonesia (JakLingko) sebagai perusahaan patungan. Kedepannya, JakLingko akan melakukan sistem integrasi pembayaran dan tarif melalui metode Electronic Fare Collection, sehingga dimungkinkan untuk seluruh moda transportasi berbasis rel seperti MRT, LRT, KRL dan transportasi berbasis jalan (BRT) seperti Transjakarta hingga Mikrotrans, hanya memerlukan satu kartu pembayaran saja.